Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2015

Sejarah Kain Songket di Indonesia

Sejarah Kain Songket di Indonesia- Kain songket merupakan kain tenun khas Indonesia yang sudah terkenal keindahannya hingga ke mancanegara. Warnanya yang indah serta motifnya yang cantik membuat banyak orang tertarik untuk memilikinya.  Beberapa orang mengatakan, kata songket berasal dari istilah kata sungkit dalam bahasa Melayu. Kata sungkit berarti “mencukil” atau “mengait”. Hal ini dipengaruhi oleh metode pembuatannya yaitu mengaitkan kain tenun dan memasukkan benang emas.

Namun ternyata ada teori lain mengenai asal kata songket, yaitu berasal dari kata di-songsong dan di-teket. Di-songsong karena dalam pembuatannya menggunakan alat yang dilempar diantara benang lalu disongsong atau dijemput. Sedangkan teket dalam bahasa Palembang lama memiliki arti sulam. Pembuatan kain songket dapat memakan waktu yang cukup lama. Untuk membuat satu lembar kain songket hingga selesai dibutuhkan waktu hingga 3 bulan. Dan kain songket terkenal di indonesia adalah kain songket dari pulau palembang.


Pada awalnya, kain songket hanya digunakan oleh kalangan bangsawan. Namun karena perkembangan jaman, kain songket sekarang bisa dimiliki oleh siapa saja. Tentu saja untuk mendapatkan kain songket yang berkualitas baik membutuhkan pengorbanan yang cukup karena harganya tidak murah.

Kain songket merupakan peninggalan sejarah dari Kerajaan Sriwijaya yang menjadi cikal bakal kota Palembang. Kain ini seperti menjadi bukti kebesaran dan kemakmuran Kerajaan Sriwijaya waktu ini. Karena kain songket dibuat menggunakan benang emas yang berkilauan. Di bawah ini ada gambar motif-motif kain songket Palembang.  Sejarah tentang asal muasal kain songket dikaitkan dengan Kerajaan Sriwijaya dan kawasan permukiman dan budaya Melayu, serta diperkenalkan oleh pedagang India atau Arab. Sementara, Menurut hikayat rakyat Palembang, asal mula kain songket adalah dari perdagangan zaman dahulu di antara Tiongkok dan India. Orang Tionghoa menyediakan benang sutera sedangkan orang India menyumbang benang emas dan perak; maka, jadilah songket.

Pola-pola rumit diciptakan dengan memperkenalkan benang-benang emas atau perak ekstra dengan penggunaan sehelai jarum leper. Menurut tradisi, teknik tenun seperti ini berasal dari utara. Akan tetapi menurut penenun Terengganu, justru para pedagang Indialah yang memperkenalkan teknik menenun ini pertama kali di Palembang dan Jambi, yang mungkin telah berlaku sejak zaman Kerajaan Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-11).

Menurut tradisi Indonesia sendiri, kain ini dikaitkan dengan kegemilangan Sriwijaya, kemaharajaan niaga maritim pada abad ke-7 hingga ke-13 di Sumatera. Hal ini karena pusat kerajinan songket paling mahsyur di Indonesia adalah kota Palembang. Songketa dalah kain mewah yang aslinya memerlukan sejumlah emas asli untuk dijadikan benang emas, kemudian ditenun tangan menjadi kain yang cantik. Secara sejarah tambang emas di Sumatera terletak di pedalaman Jambi dan dataran tinggi Minangkabau. Meskipun benang emas ditemukan di reruntuhan situs Sriwijaya di Sumatera, bersama dengan batu mirah delima yang belum diasah, serta potongan lempeng emas, hingga kini belum ada bukti pasti bahwa penenun local telah menggunakan benang emass awal tahun 600-anhingga 700-an masehi. Songket mungkin dikembangkan pada kurun waktu yang lama di Sumatera. Songket Palembang merupakan songket terbaik di Indonesia baik diukur dari segi kualitasnya, yang berjuluk "Ratu Segala Kain". Songket eksklusif, memerlukan di antara satu dan tiga bulan untuk menyelesaikannya, sedangkan songket biasa hanya memerlukan waktu sekitar 3 hari. Mulanya kaum laki-laki menggunakan songket sebagai destar, tanjak atau ikat kepala. Kemudian barulah kaum perempuan mulai memakai songket sarung dengan baju kurung.

Motif Songket

Songket mempunyai motif-motif tradisional yang merupakan cirri khas budaya wilayah penghasil kerajinan ini. Misalnya, motif Saik Kalamai, Buah Palo, Barantai Putiah, Barantai Merah, Tampuak Manggih, Salapah, Kunang-kunang, Api-api, Cukie Baserak, Sirangkak, Silala Rabah, dan Simasam yang merupakan khas songket Pandai Sikek dan Minangkabau. Beberapa pemerintah daerah telah mempatenkan motif songket tradisional mereka. Dari 71 motif songket yang dimiliki Sumatera Selatan, baru 22 motif yang terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia .Dari 22 motif songket Palembang yang telah terdaftar di antaranya motif Bungo Intan, LepusPulis, Nampan Perak, dan Limar Beranti. Sementara 49 motif lainnya belum terdaftar. Selain motif Berante Berakam, beberapa motif lain yang belum terdaftar yakni motif SongketLepusBintangBerakam, NagoBesaung, Limar Tigo Negeri Tabur Intan, Limar Tigo Negeri Cantik Manis, Lepus Bintang Penuh, Limar Penuh Mawar Berkandang, dan sejumlah motif lainnya. Dan sekarang di indonesia lagi marak maraknya jual kain tenun di toko online atau di toko kios pasar sekarang sudah banyak yang menjualnya untuk kebutuhan pemerintahan yang setiap hari rabu dan kamis wajib pakai pakaian khas indonesia

Sejak dahulu kala hingga kini, songket adalah pilihan popular untuk busana adat perkawinan Melayu, Palembang, Minangkabau, Aceh dan Bali.Kain ini sering diberikan oleh pengantin laki-laki kepada pengantin wanita sebagai salahsatu hantaran persembahan perkawinan. Di masa kini, busana resmi laki-laki Melayu pun kerap mengenakan songket sebagai kain yang dililitkan di atas celana panjang atau menjadi destar, tanjak, atau ikat kepala.Sedangkan untuk kaum perempuannya songket dililitkan sebagai kain sarung yang dipadu-padankan dengan kebaya atau baju kurung.

Meskipun berasal dari kerajinan tradisional, industri songket merupakan kerajinan yang terus hidup dan dinamis. Para pengrajin songket terutama di Palembang kini berusaha menciptakan motif-motif baru yang lebih modern dan pilihan warna-warna yang lebih lembut. Hal ini sebagai upaya agar songket senantiasa mengikuti zaman dan digemari masyarakat. Cukup sekian info Sejarah Kain Songket di Indonesia kami saat ini semoga bermanfaat bagi kita semuanya. Amiin..

Minggu, 26 Oktober 2014

Cara Merawat Ban Mobil Agar Tetap Awet

 Ban merupakan bagian terpenting dari sebuah kendaraan baik motor maupun mobil, jika tidak diperhatikan dan dirawat secara baik bisa meningkatkan resiko kecelakaan di jalan. Dibawah ini akan diberikan tips bagaimana cara merawat ban motor dan juga mobil.
Berikut Tips Cara Merawat Ban Mobil
1.     Lakukan rotasi.
Hal ini dilakukan karena setiap ban itu memiliki perlakuan yang berbeda
jadi kalau ingin seimbang habisnya atau rata maka harus selalu melakukan rotasi
posisi. Rotasi yang baiknya itu dilakukan setiap 5.200 km. Boleh yang depan ke
belakang atau sebaliknya.

2.     Harus menjaga tekanan angin
Anda harus selalu memperhatikan tekanan angin dan usahakan tekanan angin
di ban Anda tidak kurang dari batas yang telah ditentukan oleh masing-masing
produsen.
3.     Lakukan Spooring
Hal ketiga yang tidak kalah pentingnya yakni melakukan spooring. Spooring
itu bisa menyeleraskan roda.
4.     Bersihkan batu-batu yang ada di sela-sela ban
Hal yang jarang atau bahkan tidak pernah dilakukan oleh pemilik mobil
yakni membersihkan batu di sela-sela ban. Jangan anggap enteng hal ini
Otolovers, karena batu yang menempel pada sela-sela ban itu akan mempercepat
kerusakan ban mobil Anda.
5.     Gunakan Nitrogen
Bila memungkinkan, gunakan angin nitrogen untuk membuat umur ban lebih
awet. Karena titik didih nitrogen sangat rendah sehingga ban tidak mudah panas
6.     Hindari lubang besar di jalan
Jagalah ban mobil Anda dari lubang di jalan. Sebab lubang yang terlalu
besar tak hanya bisa merusak ban mobil Anda, melainkan juga akan mengganggu
keseimbangan atau balance dari ban mobil.
7.     Periksa penutup pentil
Jangan mengendarai mobil dengan ban yang tanpa penutup pentilnya.
Mengemudikan mobil dengan ban tanpa penutup pentil bisa jadi menyebabkan
kebocoran udara dari dalam ban dan bisa mengakibatkan ban kekurangan tekanan.
8.     Periksa bobot maksimal mobil
Perhitungkan bobot yang harus dimuat oleh mobil Anda. Jika muatan
melebihi kapasitas maksimal dapat menimbulkan tekanan yang berlebih pada ban
mobil Anda dan itu bisa sangat membahayakan.
9.     Balancing pada ban baru
Lakukan balancing ban baru untuk mencegah guncangan dan getaran saat mengemudi, serta keausan tidak merata.

Tips Cara Merawat Ban Motor
1.     Tekanan
Sama seperti mobil, anda perlu periksa secara rutin tekanan angin
(baiknya setiap hari pada saat udara dingin). Samakan tekanan angin antara yang
depan dan belakang. Standarnya, depan : 2.0
0.2 kg/cm2. Sedangkan belakang : 2.25
0.2 kg/cm2.
2.   
Jarak tempuh
Periksa jarak tempuh dan sisi luar ban, untuk menjaga keselamatan. Setiap
10.000 km keseimbangan dan kelurusan ban harus dicek. Apalagi bila sering
digunakan dengan kecepatan tinggi. Lakukan rotasi diantara kedua ban. Sebaiknya
gunakan ban dengan diameter yang ditentukan dari standar sepeda motor Anda.
3.     Gunakan standard tengha saat parkir
Saat motor diparkir gunakan standard tengah untuk mengurangi tekanan pada
ban pada posisi yang sama diwaktu yang lama.
4.     Perhatikan beban
Sepeda motor memiliki batas beban maksimal. Jangan berlebihan dalam
membawa suatu barang dengan sepeda motor, hal ini bisa membuat umur ban semakin
pendek.
5.     Kebiasaan dalam mengendarai
Cara mengemudi dari pengendara juga bisa mempengaruhi keawetan ban
tersebut. Hindari memulai jalan dan pengereman yang mendadak, hal tersebut berpengaruh
besar dengan keawetan ban.
6.     Hindari kontak sinar matahari
Hindari kontak dengan sinar matahari dengan waktu yang lama karena akan
membuat karakter karet ban berubah.
7.     Lakukan penggantian angin ban
Lakukan penggantian angin ban secara berkala. Bisa dilakukan tiap bulan,
mengganti angin yang ada di dalam ban agar kondisi karet ban tidak lengket dan
menjaga keawetan ban motor bagian dalam yang sering bocor kalau dibawa
bepergian apalagi perjalanan jauh.
8.     Cek kebocoran pentil
Utamanya khusus buat ban yang pernah mengalami penambalan. Cara
memeriksanya, lepas tutup pentil lalu beri air sabun di atas lubang pentil.
Jika ada gelembung udara, berar kemungkinan pentil tersebut bocor. Berikutnya,
keraskanlah pentil menggunakan alat pengencang pentil. Bila masih bocor, ganti
dengan yang baru.
9.     Hindari kontaminasi cairan kimia
Hindari kontaminasi dengan cairan cairan kimia yang merusak seperti oli
dan bensin. Segera bersihkan dengan air dan sabun jika terkena cairan tersebut. begitu juga untuk rental travel elf yang terkadang banyak penumpang sering sekali Ban mobil tersebut cepat habis.
Cukup sekian info dari kami semoga bermanfaat bagi kita semuanya.